Iklan

Friday, July 23, 2021, July 23, 2021 WIB
Last Updated 2021-07-22T17:09:36Z
Lombok Timurparawisata

Bentuk Awik-Awik Parawisata Kepaeran, Wisata Sembalun Harus Memiliki Regulasi Yang Jelas

Sangkep Belek Awik-awik Parawisata Kepaeran Sembalun(22/07/2021)

HEADLINE NTB (Lombok Timur
) Berangkat dari kehawatiran masyarakat sembalun tentang  perkembangan Wisata dimasa depan, Destination Management organization (DMO)  Gelar Sangkep Belek Awik-awik Parawisata Kepaeran Sembalun di hotel Nusantara Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur, Kamis (22/07/2021)


 “Berangkat dari kehawatiran saja sebenarnya, ide untuk membuat awik awik ini saya rasa merupakan respon masyarakat terhadap kondisi sembalun saat ini  dan kehawatiran, ketakutan masyarakat terhadap perkembangan sembalun di masa depan,” ungkap Baiq  Srimulia selaku Direktur DMO Sembalun


Kegiatan yan melibatkan sejumlah unsur seperti tokoh tokoh adat, pelaku Wisata, Tokoh Agama Pemerintah setempat, TNI dan PORLI dan unsur lainnya  telah melalui proses yang panjang hingga akhirnya dapat diforumkan.


“Jadi setelah melalau proses panjang sebelumnya itu ada proses gondang kemudian ada proses  pembentukan tim penyusun draf dan sekarang draf yang kami susun itu kami forumkan d sangkep beleqnya, “Jelas Baiq  Srimulia


Ketika headline NTB menanyakan soal pembentukan Awik-Awik Parawisata Kepaearan Sembalun yang begitu banyak dilkhawatirkan membuat wisatawan yang enggan dan risih  untuk berwiata, Srimulia menyebutkan sembalun saat ini merupakan destinasi yang sangat murah dibandingkan dengan wisata yang ada tempat lainnya sehingga terbentuk fiksi antara wisatawan dengan masyarakat yang berakibat kepada terbentuknya polarisasi.


“Saat ini sembalun  itu dikenal punya image destinasi wisata yang murah, semua murah naik bukit sepuluh ribu,  makanan disini juga sangat murah, mereka tidak punya kewajiban apa apa, sampah  sampah bebas buang dimana saja, mau kemah dimana saja dan seterusnya, jadi hal hal seperti ini  kemudian menimbulkan fiksi antara wisatawan dengan masyarakat, yang diuntung atau bisa mengambil kesempatan dari wisata ini kan tidak banyak, lebih banyak yang tidak begitu, sehingga yang terjadi dimasyarakat itu menimbulkan perbedaan pendapat yang kemudian berakibat kepada terbentuknya polarisasi polarisasi” lanjutnya


Untuk  memaksimalkan danpak positif dari kegiatan wisata Sembalun di semua lini, Sembalun harus berani membangun strategi sebagai destinasi yang berkualiatas dengan regulasi yang jelas.  


“Ini jadi sekarang kita ingin memaksimalkan danpak sosial danpak lingkungan, danpak ekonomi dari parawisata, kita harus berani membangun stratergi, kita harus bisa menjadikan Sembalun sebagai destinasi  berkualitas, salah satunya dengan perencanaan pembagunan yang jelas dan  dengan regulasi yang jelas, analogis saja dirumah  kita punya peraturan sendiri, ketika kita kerumah orang kita akan memakai aturan dirumah orang tersebut,” tutup Srimulia.