HeadlineNTB (Lombok Timur) – Lombok Timur memiliki potensi wisata yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi salah satu sumber pendapatan daerah, mulai dari wisata alam, wisata religi (wisata sejarah dan budaya), wisata kuliner dan wisata jalan-jalan. Untuk mengembangkan potensi tersebut, tentunya sangat dibutuhkan Sumber Daya Manusia yang handal dalam mengembangkan setiap destinasi yang dimiliki oleh Lombok Timur tersebut.
Salah satu potensi wisata yang dimiliki oleh Lombok Timur adalah Wisata Under Water (witsa alam bawah laut). Potensi wisata under water Lombok Timur memang belum begitu banyak dieksplore dan dinikmati oleh wisatawan lokal ataupun mancanegara. Hal ini disebabkan oleh kurangnya Sumber Daya Manusia Lombok Timur yang memiliki keahlian dalam bidang Wisata Selam (Diving).
Menyadari hal itu, pada pertengahan tahun 2020 lalu, Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur melalui Dana Alokasi Khusus Non Fisik 2020 menyelenggarakan Pelatihan Pemandu Wisata Laut (Pelatihan Diving) dan sebagai hasil pelatihan itu, Kadispar Lotim membentuk Himpunan Penyelam Laut (HIPLA) Lombok Timur yang beranggotakan sekitar 40 orang putra dan putri daerah Lotim yang sudah memiliki kemampuan dasar menyelam.
HIPLA Lotim yang dibentuk dan dibina oleh Dispar Lotim tentunya belum cukup untuk dijadikan sebagi pioneer (para pemain) Wisata Under Water Lombok Timur sebab jumlah mereka masih sedikit jika dibandingkan dengan banyaknya spot diving dan perkembangan minat wisatawan untuk menimati keindahan alam bawah laut Lombok Timur.
Terkait dengan hal itu, Universitas Hamzanwadi menjalin kerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur dan Himpunan Penyelam Laut Lombok Timur (HIPLA Lotim) menyelenggarakan Workshop Sport Tourism dengan Tema “Peningkatan Kapasitas SDM dan Awareness dalam mengembangkan Sport Tourism (Diving) Lombok Timur”.
Workshop yang didukung oleh BPPD Lombok Timur ini dilaksanakan di Universitas Hamzanwadi dengan dihadiri oleh Sekertaris Dinas Pariwisata Lombok Timur, Dosen dan Mahasiswa Program Studi Pariwisata Universitas Hamzanwadi, Guru SMK Pariwisata, Pengurus dan Anggota HIPLA Lotim dan Praktis Pariwisata Lotim.
Dalam kegiatan tersebut Sekertaris Dinas Pariwisata Lombok Timur, Widayat, M. Pd memaparkan mengenai strategi pembangunan wisata bahari Lombok Timur dengan konsep sustanebel tourism.
“Untuk mendukung kegiatan pariwisata kita, baik itu bahari maupun non bahari, kita butuh industri untuk menggerakkannya dengan konsep sustanebel tourism,” ungkap Widayat, M. Pd.
“Diharapkan adik-adik mahasiswa Program Studi Pariwisata Hamzanwadi menjadi pengusaha industri pariwisata untuk mendukung pengembangan pariwisata Lombok Timur di masa yang akan datang,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Idham Kholid, MM (Ketua HIPLA Lotim) memaparkan program HIPLA Lotim yang dimana salah satu program unggulan HIPLA Lotim adalah meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia Lombok Timur dalam mengembangkan Sport Diving yang ada di kawasan laut Lombok Timur.
Idham berharap kerjasama antara HIPLA dengan Universitas Hamzanwadi kedepannya dapat meningkatkan SDM Pariwisata Lotim yang siap dalam mengembangkan wisata bahari dan sport tourism Lombok Timur.
Di tempat terpisah, Egy Ranjani selaku Sekjen HIPLA Lombok Timur menjelaskan kepada Headline NTB bahwa Lombok Timur memiliki potensi wisata bahari yang sangat besar sebab keindahan alam bawah laut Lombok Timur (Sport Diving) Lombok Timur tidak kalah menawan jika dibandingkan dengan sport diving di kabupaten lainnya yang ada di pulau Lombok.
“Lombok Timur memiliki Sport Diving yang masih asri dan tidak kalah menawan jika dibandingkan dengan sport-sport diving di kawasan Lombok lainnya,” terang Egy saat ditemua Headline NTB di ruang kerjanya, Rabu, (17/6/2021)
“Melalui kerjasama HIPLA Lotim dengan Universitas Hamzanwadi, khususnya Program Studi Pariwisata dan SMK Pariwisata kita harapkan SDM pariwista Lombok Timur siap dalam mengembangkan wisata bahari dan sport tourism, khususnya sport diving di Lombok Timur”, harap pemuda yang sehari-harinya mengabdikan diri di Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur itu.
Kontributor : Asri